Minggu, 01 Agustus 2010

Membumikan Pangan Organik


Pangan organik itu untuk semua masyarakat dan kita ingin masyarakat menjadi sehat karenanya” demikian dinyatakan M. Imron, Dewan Harian KebonKu di Pasar Tani Ditjen PPHP Jakarta (17/07/2009). Berlokasi di Desa Tugu Utara Kampung Cikoneng, Cisarua Bogor, KebonKu menempati areal seluas 21 ha yang terbagi menjadi kebun sayuran dan buah (10 ha), kebun teh (5 ha), dan prasarana penunjang (6 ha).
“Usaha pertanian organik kami mulai sejak tahun 2003. Saat ini paling tidak terdapat 35 jenis sayuran dan buah yang dihasilkan seperti buncis, jagung, wortel, cabe, kangkung, bayam merah, brokoli, timun jepang alpukat dan pisang” jelas M. Imron yang memang menangani khusus sayuran. KebonKu juga telah menghasilkan bibit tanaman untuk budidayanya, walaupun belum seluruh jenis sayuran.
Dengan kapasitas produksi mingguan mencapai 0,5 ton, sayuran dan buah organik yang dihasilkan pertanian organik KebonKu belum dapat memenuhi seluruh permintaan dari konsumen dan distributor. “Pasar organik masih terbuka luas dan kami belum bisa memenuhi permintaan yang ada. Saat ini saja dari seratus konsumen yang menjadi pelanggan kami belum semuanya dapat kami layani secara rutin” imbuh M. Imron.
Sayuran dan beras organik yang dijual di stand KebonKu di Pasar Tani Ditjen PPHP Pemasaran dilakukan melalui 3 (tiga) pola yaitu pesan antar (delivery order), distributor dan Pasar Tani Ditjen PPHP. Pemasaran melalui lokasi Pasar Tani dimaksudkan untuk mendekatkan produk organik pada masyarakat, sehingga masyarakat bisa melihat dan membeli langsung produk tersebut. “Dengan mengikuti Pasar Tani kami berharap kesan mahal dan eksklusif dari produk-produk pertanian organik menjadi tidak terjadi lagi dan pangan organik semakin membumi” jelas M. Imron menutup percakapan dengan Agribisnis Online.(DDS)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar