MPTA
(MIKROBA POSITIF TANAH DAN AIR)
UNTUK KOMODITAS :
· PERTANIAN
· PERKEBUNAN
· PETERNAKAN
· PERIKANAN
· LINGKUNGAN
IR. A. BACHTIAR M
AGRONOMIS : CV. NAUFAL PRATAMA
MENGAPA HARUS
MPTA(MIKROBA POSITIF TANAH DAN AIR) ?
Dengan memanfaatkan bakteri-bakteri menguntungkan di alam ini, seperti Lactobacillus, Actinomycetes, Fotosintesis, dan peragian yang dibiakkan secara bersama-sama dalam satu media tertentu, sekaligus medianya mengandung unsur-unsur makro dan unsur mikro alamiah, dan apabila diaplikasikan pada tanah akan menyuburkan tanah dan memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologis tanah dan secara otomatis memacu pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman.
Namun dewasa ini disadari pemakaian pupuk anorganik yang berkelebihan ternyata merusak tanah, dimana tanah menjadi liat dan kaku, bakteri-bakteri yang menguntungkan sebagian besar mati akibat aplikasi pupuk kimia dan pestisida, sehingga tanah tidak bisa lagi berproduksi maksimal dan kualitas produksinya sangat rendah. Dan hal lain yang sangat membahayakan ummat manusia, yaitu pemakaian pupuk kimia dan pestisida yang berkelebihan dapat meresap kedalam tanaman dan apabila kita menkomsumsinya secara tidak langsung kita Tanah sebagai media tumbuhnya tanaman pada dasarnya mengandung berbagai unsur hara , baik makro maupun mikro namun pengolahan terus menerus menyebabkan ketersediaan unsur hara dalam tanah semakin berkurang, sehingga mutlak harus ditambah, baik pupuk organik maupun sudah mengkomsumsi zat racun dalam tubuh. Dan anda bisa membayangkan bagaimana dampaknya terhadap kesehatan manusia. Olehnya itu dari permasalahan ini kami menciptakan suatu teknologi alternatif yang dapat mengembalikan kesuburan tanah secara alamiah, yaitu MPTA (Mikroba Positif Tanah dan Air). MPTA ini dapat mengurai bahan-bahan organik menjadi senyawa-senyawa organik yang sangat dibutuhkan oleh tanah dan tanaman dalam peningkatan produksinya baik kuantitas maupun kualitasnya.
Jadi teknologi MPTA bukan pengganti pupuk konvensional yang sudah ada, melainkan sebagai alternatif agar ketergantungan petani terhadap pupuk kimia dapat dikurangi, sekaligus penyelamatan alam ini dapat berlanjut, dan tetap kita wariskan terhadap anak cucu kita tanah yang produktif dan alamiah guna kehidupannya di masa akan datang.
Semoga bermanfaat,
MPTA ini di produksi oleh CV. Naufal Pratama, Tahun 2002
VISI DAN MISI
Menjadi” Perusahaan Terbaik “ (The Best Company)” yang beriorentasi terhadap Petani dalam mewujudkan Pertanian alami , berwawasan lingkungan dan berkelanjutan demi kelestarian Alam, demi kelangsungan kehidupan Umat Manusia.
SEMANGAT BARU CV. NAUFAL PRATAMA
Untuk merealisasikan Visinya, “CV. Naufal Pratama” Tumbuh Bersama Petani dalam mendorong Pengembangan Pertanian Organik dalam mewujudkan pertanian Organik dari segala komoditas pertanian dalam peningkatan kuantitas dan kualitas produksi usaha taninya.
SEJARAH SINGKAT
MPTA (MIKROBA POSITIF TANAH DAN AIR)
· Tahun 1997
Setelah kami mengamati perkembangan tanaman dari tahun ke tahun terjadi penurunan produksi, khususnya tanaman padi padahal pemberian pupuk kimiawi semakin ditingkatkan, maka kami berkesimpulan bahwa tanah sudah jenuh dan sakit, maka perlu ada solusi untuk menyelamatkan tanah dari kerusakan ini, dan kami mencari produk apa yang cocok sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimiawi.
· Tahun 1997
Pada tahun yang sama kami mengenal suatu teknologi Effective Microorganisme (EM-4) yang coba disosialisasikan diberbagai komoditas, dan hasilnya ada kemajuan, namun kebanyakan petani merasa berat untuk membuat bokashi, sehingga perkembangannya lambat dan kurang familiar bagi petani yang maunya serba instan (cepat).
· Tahun 1997 s/d Sekarang
Dari pengamatan kami di pertambakan, khususnya budidaya udang yang sangat susah dikembangkan oleh petani memacu saya untuk mencari suatu produk yang dapat mengatasi permasalahan insan merah, yang diakibatkan oleh virus, sehingga memotifasi saya untuk mencari solusi dari persoalan ini.
· Tahun 2002
· Tahun 2002
Dari tahun 2002 sampai sekarang mulai kami uji coba
di lapangan diberbagai komoditas baik pertanian
maupun perikanan hasilnya cukup memuaskan
dan terus kami melakukan pengkajian untuk mencari
produk yang lebih unggul guna membantu petani
dalam peningkatan usaha taninya.
|
Berdasarkan pengalaman dan pengetahuan saya dan baground dari pertanian, kami mendirikan Perusahaan, dengan nama : CV. Naufal Pratama sekaligus menciptakan suatu produk yang saya beri nama MPTA (Mikroba Positif Tanah dan Air), dimana produk ini hampir sama dengan EM-4 namun ada tambahan komposisi lainnya biar lebih cepat reaksinya sehingga dapat dirasakan oleh petani manfaatnya. Dan pada tahun yang sama kami uji coba di Lab sucofindo untuk memastikan kandungan bakterinya.
3
KENAPA TUMBUHAN BUTUH MAKANAN ?
Pada dasarnya tumbuhan sama dengan mahluk hidup lainnya, butuh makanan untuk kelangsungan hidupnya. Makanan tumbuhan disebut unsur hara, unsur hara ini berupa nutrisi maupun sumber energi yang menunjang kehidupan tanaman. Jika unsur hara tidak seimbang, maka pertumbuhannya tidak normal dan produktivitas tidak optimal.
1. Unsur hara Makro
Pada manusia kita mengenal adanya makanan pokok yang merupakan sumber energi, misalnya nasi, gandum, dan jagung. Manfaat utama makanan pokok adalah sebagai zat tenaga. Zat tenaga sangat penting bagin tubuh, yaitu untuk melakukan segala jenis kegiatan dalam kehidupan sehari-hari.
Tumbuhan juga mempunyai makanan pokok yang biasa disebut hara makro utama terdiri dari Nitrogen (N), Fospat (P), dan Kalium (K). Sama seperti manusia kebutuhan pokok ini mutlak harus dipenuhi untuk menjamin kelangsungan hidupnya.
2. Hara makro Sekunder
Selain makanan pokok kita juga membutuhkan lauk pauk. Lauk pauk bukan sekedar pemberi rasa tapi merupakan sumber makanan yang paling banyak memberikan protein. Manfaat utama lauk pauk adalah sebagai zat pembagun. Adanya lauk pauk dalam menu kita sehari- hari menyebabkan dapat membentuk jaringan-jaringan baru, membantu pertumbuhan tubuh dan otak.
Tumbuhan juga butuh lauk-pauk, yang biasa disebut Hara Makro Sekunder diantaranya terdiri dari ; Sulfur (S), Magnesium dan Kalsium (Ca). Dengan terpenuhinya hara makro sekunder maka tumbuhan akan lebih sehat dan seimbang.
3. Unsur Hara Mikro
Untuk mencapai kesehatan idieal, manusia juga membutuhkan serat, mineral dan vitamin. Mineral dan vitamin dapat membantu meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh. Pada dasarnya tanaman juga butuh vitamin, yang biasa disebut hara mikro. Hara mikro yang dibtuhkan tanaman diantaranya ; Boron (B), Seng (Zn),Tembaga (Cu), Besi (Fe), Mangan (Mn), Molibdenum (Mo), Natrium (Na), dan Aluminium (Al).
4. Kebutuhan tambahan lainnya mutlak harus ada, yaitu : Karbon (C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O2), akan tetapi ketiga unsur ini mudah diperoleh secara alamiah.
Pengertian dan manfaat unsur-unsur hara diatas sebagai berikut ;
A. UNSUR HARA MAKRO
1. Nitrogen (N)
Tumbuhan memerlukan nitrogen untuk pertumbuhannya terutama pada fase vegetative, yaitu pertumbuhan cabang, daun dan batang. Nitrogen (lebih dari 70 % volume udara terdiri dari nitrogen) juga bermanfaat dalam proses hijau daun atau klorofil. Kekurangan nitrogen menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak normal, kerdil daunnya menguning dan kering.
2. Phosphor (P)
Berguna untuk pembentukan akar, sebagai bahan dasar protein, mempercepat penuaan buah, memperkuat batang tanaman, meningkatkan hasil biji-bijian dan umbi-umbian. Selain itu Fosphor juga membantu proses assimilasi dan respirasi. Kekurangan Phosphor menyebabkan tanaman kerdil, pertumbuhan akar tidak baik dan pertumbuhan cabang dan ranting meruncing.
3. Kalium (K)
Kalium membantu pembentukan protein dan karbohidrat selain itu juga berfungsi untuk memperkuat jaringan tanaman dan berperan dalam pembentukan antibodi tanaman yang bisa melawan penyakit dan kekeringan. Jika kekurangan kalium tanaman tidak tahan terhadap penyakit, kekeringan dan udara dingin.
4. Calsium /Kalsium (Ca)
Berfungsi sebagai pengatur pengisapan air dari dalam tanah. Kalsium juga berguna untuk menghilangkan (penawar) racun dalam tanah. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan pertumbuhan pucuk ranting terhambat dan batang tanaman tidak kokoh.
5. Magnesium (Mg)
Membantu proses pembentukan hijau daun atau klorofil. Selain berfungsi untuk membentuk karbohidrat, lemak dan minyak, magnesium juga membantu proses transportasi fosfat dalam tanaman. Kekurangan Magnesium dapat menyebabkan pucuk dan bagian diantara jari-jari daun tanpak tidak berwarna.
6. Sulfur/Belerang (S)
Membantu tanaman dalam membentuk bintil akar, pertumbuhan tunas dan pembentukan hijau daun (klorofil). Sulfur merupakan unsur penting dalam pembentukan berbagai jenis asam amino. Kekurangan unsur belerang menyebabkan daun muda menjadi hijau muda, mengkilap agak keputihan selanjutnya akan berubah menjadi kuning, tanaman akan tanpak kerdil, kurus dan batangnya pendek.
7. Carbon/karbon (C)
Diambil oleh tanaman dari karbondioksida (CO2) yang ada di udara
8. Hidrogen (H)
Diperoleh tanaman dengan cara memecah air (H2O) dari udara dan tanah, Hidrogen berguna dalam pembentukan gula (glukosa) menjadi karbohidrat.
9. Oksigen (O2)
Diperoleh tanaman dari air dan udara, sekitar 21 % volume udara adalah oksigen. Oksigen diisap oleh tanaman dari udara melalui proses respirasi. Oksigen dibutuhkan tanaman untuk membentuk bahan organis tanaman.
B. UNSUR HARA MIKRO
1. Chlor (Cl)
Membantu meningkatkan atau memperbaiki kualitas dan kuantitas produksi tanaman. Khususnya untuk tanaman tembakau, kentang, kapas, kol, sawi dan tanaman sayuran. Kekurangan khlor akan menyebabkan produktivitas tanaman rendah.
2. Fero/besi (Fe)
Berperan dalam fisiologi tanaman seperti proses pernapasan dan pembentukan zat hijau daun atau klorofil. Kekurangan zat besi akan menyebabkan daun berwarna kuning kemudian berguguran.
3. Mangan (Mn)
Bermanfaat dalam proses assimilasi dan berfungsi sebagai komponen utama dalam pembentukan enzim dalam tanaman. Kekurangan mangan dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, terutma pada tanaman hortikultura seperti sayuran.
4. Cuprum/Tembaga (Cu)
Bermanfaat bagi tanaman dalam pembentukan klorofil dan sebagai komponen utama dalam pembentukan enzim tanaman. Kekurangan tembaga pada media tanam akan menyebabkan ujung daun menjadi layu.
5. Boron (Bo)
Merupakan zat yang banyak manfaatnya, boron membawa karbohidrat ke seluruh jaringan tanaman, boron juga bermanfaat dalam proses mempercepat penyerapan kalium dan berperan pada pertumbuhan tanaman khususnya pada bagian yang masih aktif selain itu juga meningkatkan kualitas produksi sayuran dan buah-buahan.
6. Molibdenum (Mo)
Berfungsi untuk mengikat nitrogen bebas dari udara, juga berfungsi sebagai komponen pembentukan enzim pada bakteri akar tanaman leguminosae.
7. Zinc/Seng (Zn)
Mempunyai fungsi dalam pembentukan hormon tanaman yang berguna untuk pertumbuhan. Kekurangan seng menyebabkan daun berwarna kuning atau kemerahan, daun berlubang, mengering bahkan bisa mati.
BEBERAPA JENIS PUPUK
A. Pupuk Organik
Pupuk organik adalah pupuk yang asal bahannya dari mahluk hidup, sebagian besar pupuk organik berbentuk padatan seperti pupuk kandang dan kompos. Dengan bantuan teknologi pupuk organik dapat dibuat dalam bentuk cair.
Keunggulan pupuk organik :
· Memperbaiki sifat fisik, biologis dan kimia tanah.
· Meningkatkan daya serap tanah terhadap air
· Meningkatkan aktifitas mikroorganisme di dalam tanah
· Sebagai sumber hara bagi tanaman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar